<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ayokesolo</title>
	<atom:link href="http://ayokesolo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ayokesolo.wordpress.com</link>
	<description>memandu untuk menikmati kota solo</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2009 06:18:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ayokesolo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ayokesolo</title>
		<link>http://ayokesolo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ayokesolo.wordpress.com/osd.xml" title="ayokesolo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ayokesolo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menikmati Makanan Sang Raja</title>
		<link>http://ayokesolo.wordpress.com/2009/10/24/menikmati-makanan-sang-raja/</link>
		<comments>http://ayokesolo.wordpress.com/2009/10/24/menikmati-makanan-sang-raja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 06:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayokesolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[tempat jajan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayokesolo.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Nasi jemblung adalah seporsi nasi dengan bestik lidah. Nasinya dicetak berbentuk melingkar seperti roda dengan lubang di tengah. Pada bagian yang berlubang ini diisi bistik lidah sapi empuk sekali.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayokesolo.wordpress.com&amp;blog=10088897&amp;post=4&amp;subd=ayokesolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-6 alignright" title="rumahku" src="http://ayokesolo.files.wordpress.com/2009/10/rumahku.jpg?w=500" alt="rumahku"   /></p>
<p>Kota Solo memiliki dua istana raja, yakni Kraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Dua istana ini dengan segala macam peninggalan kebudayaannya dan kegiatan keseniannya menjadi mascot wisata kota  tersebut. Berbagai event istana dibuka untuk umum dan menjadi kegiatan pariwisata. Tetapi anehnya, sulit sekali bagi wisatawan untuk bisa menikmati masakan-masakan dari dalam istana.</p>
<p>Beruntung, di Solo ada Roemahkoe Heritage Hotel yang tidak hanya menghadirkan tempat penginapan bernuansa rumah bangsawan dan orang kaya di awal abad 20 tetapi juga melengkapi dengan berbagai hidangan tradisional yang disantap para bangsawan, termasuk raja di masa lalu. Adalah Nina Akbar Tanjung yang menyulap sebuah rumah bekas saudagar batik yang dibangun di tahun 1938 di Kampung Batik Laweyan itu menjadi <em>bed &amp; breakfast </em>yang istemewa.</p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p>Suasana arsitektur Jawa tempo dulu yang menyejukkan membuat siapapun betah berlama-lama di Roemahkoe. Masuk lah ke belakang bangunan utamanya, di sana ada teras luas yang dijadikan sebagai restoran dan diberi nama Laras Resto. Tempat ini terbuka umum, artinya tidak hanya tamu yang menginap di Roemahkoe, tetapi juga pengunjung lainnya.</p>
<p>Di restoran ini terdapat berbagai menu yang sepertinya sulit dijumpai di restoran lain. Di antaranya adalah Nasi Jemblung dan Nasi Londoh Pindang. Konon, makanan ini merupakan menu kegemaran Paku Buwana X, raja terbesar dari Kraton Surakarta Hadiningrat. Sementara minumannya ada wedang cemol dan es cola Jawa yang tidak kalah unik dan tentu saja nikmat.</p>
<p>Menurut salah seorang koki Roemahkoe, Buyung, pada koki mendapatkan pelatihan langsung dari kepala juru masak kraton yang didatangkan khusus untuk mengajari membuat menu-menu kraton. Konon, setiap masakan itu memiliki nilai filosofi, terutama berkaitan dengan bentuk penyajian. “Misalnya nasi jemblung, itu kan karena ada lubang yang dalam bahasa Jawa jemblung,” ujarnya.</p>
<p>Nasi jemblung adalah seporsi nasi dengan bestik lidah. Penyajiannya menarik, nasinya dicetak berbentuk melingkar seperti roda dengan lubang di tengah. Pada bagian yang berlubang ini diisi bistik (semur) lidah sapi yang empuk sekali. Rasanya campuran antara manis dan gurih. Kegurihannya berasal dari berbagai macam rempah-rempah seperti pala, cengkeh dan saus kenari.</p>
<p>Cara memasaknya juga agak rumit dan butuh waktu yang agak panjang. Lidah sapi pilihan terlebih dahulu direbus. Tujuannya untuk mengelupaskan kulit ari lidah. Baru setelah itu dipotong dengan ukuran yang agak besar terus dicampur dengan irisan bawang merah dan bawah putih. Diaduk sampai bumbu meresap kemudian didiamkan di lemari pendingin sekitar setengah jam. “Tujuannya agar bumbu meresap,” ujar Buyung.</p>
<p>Setelah itu, lidah itu direbus tetapi tanpa diberi air karena tujuannya justru untuk memeras kadar air yang ada di lidah. Air yang keluar dari lidah itu kemudian dipakai sebagai kaldu yang akan diberi berbagai bumbu seperi gula jawa. Dengan air kaldu yang berbumbu, lidah kembali direbus sampai benar-benar empuk.</p>
<p>Selesai proses memasaknya? Belum. Masih ada satu lagi tahapan  yang dilalui, yakni pemberian kuah yang berasal dari sari buah tomat yang sebelumnya direbus. Ketika disajikan, Nasi Jemblung dilengkapi dengan sambal, lalapan, dan krupuk rambak kulit sapi yang diletakkan terpisah.</p>
<p>Sementara Nasi Londoh Pindang mirip perpanduan antara rawon dengan sayur lodeh. Memang menu ini merupakan campuran dua sayur, yakni pindang  daging dan krecek (rambak kulit daging sapi) serta telur bebek rebus dengan sayur lodeh. Daging yang dipindang merupakan daging pilihan, yakni daging kisi yakni bagian paha sapi. Sementara sayuran lodeh terdiri dari labu siam , wortel, kobis dan kacang kapri.</p>
<p>Karena terdiri dari macam sayur, maka memasaknya juga dilakukan bertingkat. Pertama kali membuat sayur pindang. Kekhasan pindang di Roemahoe yang digunakan untuk Londoh Pindang terletak pada penggunaan sejumlah empon-empon seperti kunyit, jage, laos dan sebagainya. Memasaknya juga tidak boleh tergesa-gesa tetapi harus dengan menggunakan api yang kecil.</p>
<p>“Agar bumbunya benar-benar merasuk dan dagingnya menjadi lebih empuk selain itu juga menjaga kandungan gizinya tidak banyak yang menguap,” kata Buyung. Kuah pindang sangat pekat, lebih hitam dibandingkan rawon yang sama-sama memakai kluwak.</p>
<p>Setelah pindang masak, giliran memasak sayur londoh alias sayur lodeh yang memakai tempe bosok sebagai salah satu bumbunya. Setelah masak, kedua sayur itu dicampur di dalam mangkok. Percampuran ini menghasilkan rasa yang unik karena dua sayur ini tidak benar-benar menyatu. Saat disajikan, di atasnya diberi taburan bubuk kedelai hitam.</p>
<p>Berbeda dengan nasi  jimbung yang disajikan dalam satu piring, nasi landoh pindang disajikan terpisah. Satu porsi cukup untuk berdua. Nasinya dicetak kotak, di atasnya ditaburi bawang merah goreng, dan disampingnya ada perkedel kentang. Selain itu juga ada sosis basah dan krecek goreng. Mantab untuk makan siang.</p>
<p>Untuk minumannya, Es Cola Jawa atau Wedang Cemol bisa menjadi pilihan sekalipun banyak menu lainnya. Es Cola Jawa adalah es yang terbuat dari sirup berbahan buah Kawista yang hanya ada di Gunung Muria dengan diberi sedikit perasan air jeruk. Rasa dan warnanya memang agak mirip cola, tapi lebih khas. Sebagai isiannya diberi cincau (janggelan) hitam. Segar.</p>
<p>Kalau menghendaki minuman panas yang menghangatkan, wedang cemol paling tepat. Konon minuman ini juga kesukaan Paku Buwana X. Terdiri wedang jahe dengan berbagai jenis isian seperti kacang tanah goreng sangrai, serutan kelapa muda, irisan roti tawar yang dikeringkan dan kolang-kaling.</p>
<p>Aroma jahenya sangat kuat karena selain berasal dari rebusan tumbukan jahe bakar, juga ditambah bumbu jahe yang biasa dijual di pasar tradisional. Saat merebus jahe, disertai pula dengan gula aren, sere dan jeruk pandan. Sebagai pengaduk, tidak digunakan sendok tetapi batang serai yang baunya sedap.</p>
<p>Saat menyantap menu-menu itu, terkadang di malam hari ada iringan gamelan live. Kalau siang hari cukup dengan klenengan rekaman. Nina Akbar Tanjung mulai memfungsikan bangunan kuno yang asri dan adem (meski tanpa mesin pendingin) ini sejak awal tahun 2000an. Rasanya harga yang harus dibayar untuk menu di atas tak terlalu mahal mengingat tempat dan citra rasanya memang high class. (***)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayokesolo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayokesolo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayokesolo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayokesolo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayokesolo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayokesolo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayokesolo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayokesolo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayokesolo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayokesolo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayokesolo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayokesolo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayokesolo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayokesolo.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayokesolo.wordpress.com&amp;blog=10088897&amp;post=4&amp;subd=ayokesolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayokesolo.wordpress.com/2009/10/24/menikmati-makanan-sang-raja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86eb30b1c4ce2cbd6eabc8ac3c989351?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayokesolo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ayokesolo.files.wordpress.com/2009/10/rumahku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rumahku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
